Sabtu, 21 November 2020
PEMERIKSAAN SEDERHANA AUSKULTASI JANTUNG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK DETEKSI AWAL BERBAGAI KELAINAN JANTUNG. Nadia Landy RSUD Sukamara.
TROMBUS, PEMBENTUKANNYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN STROKE. Nadia Landy, RSUD Sukamara.
Trombus adalah bekuan darah yang terbentuk pada saluran pembuluh darah, baik pembuluh darah arteri maupun pembuluh darah vena dan dapat menyumbat bagian-bagian tertentu dari pembuluh darah tersebut dan menimbulkan penyakit. Muncul pertanyaan bagaimana terjadinya pembentukan bekuan darah ini dan bagaimana prosesnya sehingga dapat menimbulkan penyakit jantung koroner dan stroke non hemoragik.
Darah manusia berjumlah kurang lebih 4-6 liter (tergantung berat tubuh masing-masing individu) dan semuanya berada didalam pembuluh darah baik arteri dan vena. Total keseluruhan darah tersebut berjalan didalam pembuluh darah dan bertugas memasok seluruh sel-sel tubuh baik sel-sel organ maupun sel-sel jaringan dengan nutrisi makanan, oksigen, ion-ion tubuh dan lain-lain. Hal tersebut dapat terjadi karena semua komponen yang disebut diatas hanya berjalan melalui peredaran darah. Dan agar hal ini dapat menjadi mungkin terjadi diperlukan juga dorongan dari pompa jantung yang kuat. Siklus ini terjadi secara terus menerus didalam tubuh dan berlangsung secara koordinasi autonom (tidak dipengaruhi kehendak ). Artinya bukan kehendak kitalah yang menentukan siklus ini dapat berlangsung atau tidak. Dapat dihentikan sementara atau dilanjutkan kembali. Setelah nutrisi makanan dan oksigen mencapai sel-sel tubuh tersebut maka akan digunakan oleh sel sebagai bahan bakar untuk segala aktivitasnya. Dimana nutrisi dalam bentuk glukosa dan oksigen akan memasuki sel-sel tersebut dan didalam sel akan diproses melalui proses metabolisme sel aerob. Dari hasil metabolisme ini akan dihasilkan energi untuk kebutuhan aktivitas sel-sel tersebut, sehingga baik sel-sel otak, sel-sel jantung dan semua sel-sel tubuh lainnya dapat bekerja secara normal. Sudah tentu dari setiap proses akan menghasilkan produk sisa. Dari proses metabolisme sel ini akan dihasilkan sisa berupa piruvat (bersifat asam) dan karbondioksida ( CO2). Produk-produk sisa ini akan diangkut dan dibuang tubuh melalui organ-organ yang bertugas membuangnya dari tubuh. Organ-organ tersebut antara lain ginjal, paru-paru, hati dan kulit. Kenapa produk-produk sisa tersebut harus dibuang oleh tubuh? Karena keberadaannya dalam tubuh jika melebihi ambang batas tertentu akan bersifat meracuni tubuh dan merusak sel-sel tubuh. Dan keadaan ini jika dibiarkan akan berakibat tidak baik pada tubuh, hal ini tampak pada penderita penyakit-penyakit ginjal menahun dan kerusakan hati total pada penyakit sirosis hepatis.
Penjelasan diatas dapat memberi gambaran betapa pentingnya lalu lintas peredaran darah harus dijaga agar senantiasa berjalan lancar.Hambatan pada aliran darah dapat berakibat fatal.Karena dapat mengambat berbagai proses diatas. Hambatan yang paling sering terjadi adalah karena terjadinya pembentukan trombus atau bekuan darah. Dan hambatan oleh trombus ini sering terjadi pada pembuluh darah di otak menyebabkan penyakit stroke non hemoraik dan pada pembuluh darah koroner dan cabang-cabangnya di jantung menyebabka penyakit jantung koroner.
Kembali kepada pertanyaan diatas bagaimana trombus ini terjadi? Kerusakan dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh, baik kerusakan pada sel-sel organ maupun jaringan. Dan ini juga berlaku pada sel-sel dinding pembuluh darah dari arteri dan vena. Sel adalah satuan unit terkecil dari tubuh. Semua bagian tubuh baik organ maupun jaringan strukturnya terdiri dari atau dibentuk dari kumpulan sel-sel sebagai satuan unit terkecil termasuk juga pembuluh darah arteri dan vena. Sel-sel dari dinding pembuluh darah disebut Endotel. Endotel pada bagian dalam dinding pembuluh darah ini sering mengalami kerusakan oleh berbagai macam penyebab. Penyebab tersebut antara lain:
1 Karbonmonoksida yang berasal dari sisa pembakaran yang tidak sempurna, sering berasal dari asap
rokok.
2 Kadar gula yang terlalu tinggi dalam darah juga dapat merusak sel endotel pembuluh darah.
3 Kadar kolesterol dan lemak yang terlalu tinggi dalam darah sering melakukan imbibisi dan pene-
trasi berusaha memasuki sel-sel endotel dan ini merusak sel-sel tersebut.
4 Berbagai sisa metabolisme tubuh dalam peredaran darah yang jika kadarnya meninggi dapat bersi-
fat racun dan merusak sel-sel endotel.
5 Berbagai zat-zat beracun yang memasuki tubuh melalui makanan dan minuman.
6 Dan lain sebagainya.
Semua penyebab-penyebab diatas secara sendiri-sendiri dapat merusak sel-sel dinding endotel dari pembuluh darah.
Bagaimana proses terjadinya kerusakan dan pembentukan trombus. Diatas telah dikemukakan bahwa berbagai bahan dapat merusak endotel. Jika salah satu penyebab diatas terdapat didalam darah saya ambil contoh karbonmonoksida misalnya maka kontak antara CO dengan sel-sel endotel pembuluh darah yang lama akan menyebabkan perubahan kimiawi dan biokimiawi terjadi pada sel-sel tersebut. Perubahan yang diakibatkan oleh kontak ini secara perlahan maupun secara cepat (memiliki waktu yang bervariasi) dapat menimbulkan kerusakan pada sel-sel badan sel (sitoplasma ) tersebut. Jika badan sel mengalami kerusakan maka didalam darah akan terjadi serangkaian kegiatan yan sebenarnya merupakan proses normal tubuh yang terjadi jika terjadi kerusakan sel. Didalam peredaran darah juga terdapat dan berjalan sel-sel trombosit yang berguna untuk menghentikan jika terjadi perdarahan. Pada waktu ada sel yang rusak trombosit oleh dorongan tromboksan (suatu faktor dalam darah) akan mengarah kesana. Dorongan tromboksan ini lama-kelamaan akan membuat trombosit mengumpul di tempat yang rusak. Kumpulan trombosit ini akan bergesekan satu sama lain dan pecah. Pada trombosit yang pecah akan keluar dua hal:
1 Benang-benang fibrin.
2 Serotonin yang merupakan salah satu dari zat-zat peradangan.
Serotonin jika keluar dapat merangsang sel-sel saraf disekitarnya dan menimbulkan rasa nyeri. Itulah sebabnya jika terjadi lika pada bagian manapun ditubuh disertai dengan rasa nyeri.
Dalam bahasan ini kita fokuskan kepada keluarnya benang-benang fibrin. Apa yang terjadi jika benang-benang fibrin keluar? Disebut benang-benang fibrin karena bentuknya memanjang menyeruoai benang. Benang-benang fibrin ini bersifat sangat lengket dan dapat menempel pada apa saja. sehingga benang-benang fibrin ini akan menempel pada begian badan sel yang rusak tersebut. Tujuannya sebenarnya bagus yaitu untuk menambal bagian yang rusak tersebut. Cuma masalahnya semakin banyak trombosit yang terkumpul oleh dorongan tromboksan akan semakin banyak trombosit yang bergesekan dan pecah. Semakin banyak trombosit yang pecah akan semakin banyak benang-benang fibrin yang keluar. Hal ini akan menyebabkan penempelan benang-benang fibrin pada bagian yang rusak dan semakin betambah besar sehingga pada akhirnya akan berbentuk seperti gumpalan. Belum lagi karena sifatnya yng sangat lengket benang-benang fibrin komponen apapun yang mengair dalam darah akan melekat pada gumpalan tersebut. Jika kalsium ikut menempel juga maka ini akan membuat masalah. Kalsium adalah salah satu elektrolit (ion) dalam darah. Sifat ion kalsium ini mudah mengendap disemua tempat. Jika ion kalsium ini mengendap maka dia akan mengeraskan jaringan pada tempat tersebut. Kembali kepada pernyataan diatas, ion kalsium akan mengendap pada gumpalan fibrin dan pada akhirnya akan mengeraskannya. Gumpalan fibrin yang keras inilah yang disebut dengan nama TROMBUS. Pembentukan trombus yang semakin besar pada endotel yang rusak tersebut akan menyumbat pembuluh darah pada lokasi tersebut .. Sehingga aliran darah menjadi terganggu. Jika sumbatan ini terjadi pada pembuluh darah di otak akan menyebabkan penyakit stroke non hemoragik dan jika terjadi pada pembuluh darah arteri koroner dan cabang-cabangnya di jantung akan menimbulkan penyakit jantung koroner. Trombus ini dapat terlepas dari kaitannya dan berjalan mengikuti aliran darah. Trombus yang terlepas ini disebut dengan nama EMBOLUS. Embolus ini dapat menyumbat pembuluh darah yang lebih kecil diameternya pada bagian mana saja dari tubuh. Dan hal ini akan menyebabkan gangguan peredaran darah pada bagian yang tersumbat tersebut.
Dari penjelasan diatas semoga kita dapat memahami begaimana penyakit jantung koroner dan stroke non hemoragik dapat terjadi dan apa hubungannya dengan trombus. Semoga penjelasan ini dapat memberi manfaat bagi pembaca sekalian. Wassalam.
APA BAHAYA MEROKOK BAGI KITA? Nadia Landy RSUD Sukamara.
Sebelumnya akan saya bahas apa yang terjadi bagi seorang perokok pada waktu dia mengisap rokok. Sewaktu seorang perokok mengisap rokok dimana diawali dengan kontak antara bibir dengan pangkal rokok maka sewaktu dilakukan penghisapan sejumlah asap akan memasuki mulut, kebiasaan yang terjadi pada waktu merokok adalah asap dihirup melalui mulut dan dihembuskan melalui hidung. berarti terjadi sirkulasi asap dari : mulut - batang tenggorok- masuk trakea- ke paru-paru. dan sebagian besar asap mengalami sirkulasi bibir-mulut- batang tenggorokan dan dikeluarkan melalui saluran dalam hidung. Sebelum penjelasan lebih lanjut akan saya uraikan komponen-komponen apa saja yang berbahaya dari sebatang rokok ;
1 Asap rokok yang mengandung karbon dan hasil pembakaran tembakau, cengkeh dan komponen
lainnya.
2 Nikotin.
3 Karbonmonoksida (CO)
4 Tar.
Asap rokok yang merupakan hasil pembakaran tembakau, cengkeh, saus dan lainnya bersifat iritatif dan dapat mengiritasi bagian tubuh yang dilewatinya, dalam hal ini bibir, mulut, batang tenggorokan, saluran udara yang melalui hidung, trakea, paru-paru dan cabang-cabang saluran nafas yang kecil-kecil di paru yang membentuk akar paru (bronkus dan bronkiolus). Kontak antara asap ini dengan bagian-bagian tubuh tersebut menyebabkan iritasi pada jaringan yang dilaluinya. Hal ini akan merangsang kelenjar ludah dan kelenjar lendir mulut untuk terus-menerus memproduksi sekretnya dalam hal ini ludah dan lendir, sehingga mulut akan terasa selalu dipenuhi ludah, dan yang lebih serius saluran nafas akan sering dipenuhi lendir. Hal ini secara otomatis akan menimbulkan reflek batuk, sehingga perokok tersebut akan sering batuk baik sewaktu bangun maupun sewaktu sedang tidur untuk membuang lendir pada saluran nafasnya. Terkadang tidak jarang disertai sesak nafas, apalagi jika perokok tersebut memiliki asma dan rasa sesak ini dapat bertambah berat seiring waktu.
Keadaan lebih berat lagi didapat jika asap yang kontak dengan saluran nafas yang kecil-kecil ( bronkiolus) pada paru-paru dan berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini akan menyebabkan peradangan pada bronkiolus tersebut disertai kalsifikasi atau pengerasan jaringan dari yang semula lunak menjadi keras. Hal ini akan menimbulkan penyakit yang disebut bronkhitis dan berikutnya akan terjadi kegagalan jantung akibat jantung secara terus-menerus harus berkompensasi memompa lebih berat aliran darah yang menuju paru-paru. Pada sebagian orang akan terjadi yang namanya asma intrinsik. Asma intrinsik yang didapat di usia tua ini lebih sulit ditangani daripada asma ekstrinsik yang didapat sejak masa kanak-kanak. Dimasa tuanya perokok berat selama bertahun-tahun akan mengalami gangguan pernafasan dan tidak jarang berakhir fatal karena penyakit bronkhitis akut yang berat dan gagal jantung sering menjadi komplikasi yang tidak diharapkan.
Bersamaan dengan asap yang memasuki saluran nafas, sewaktu rokok dihisap masuk pula komponen-komponen berbahaya lainnya kedalam darah seperti karbonmonoksida, nikotin dan tar.
Karbonmonoksida atau CO jika memasuki darah akan menimbulkan masalah lain. Didalam aliran darah terdapat sel darah merah atau eritrosit dengan jumlah 4,5-5 juta sel / ul pada pria dan 3,8-4,8 juta sel / ul pada wanita. Didalam sel-sel eritrosit ini terdapat zat warna eritrosit yang disebut hemoglobin. Hemoglobin ini berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh untuk oksigenasi jaringan (pernafasan sel). Hal ini dimungkinkan terjadi karena hemoglobin memiliki kemampuan atau kecendrungan untuk berikatan dengan molekul oksigen (O2). Permasalahan yang timbul disisni jika ada karbonmonoksida maka hemoglobin tidak akan berikatan dengan oksigen melainkan malah berikatan dengan karbonmonoksida. Karena hemoglobin memiliki kecendrungan yang lebih kuat untuk berikatan dengan karbonmonoksida dibandingkan dengan berikatan dengan oksigen. Dan darah akan dipenuhi dengan ikatan CO-HB dan bukan Oksi HB. Seluruh jaringan tubuh akan kekurangan oksigen, oksigenasi jaringan menjadi terhambat dan hal ini akan berpengaruh buruk karena sel-sel tubuh akan melakukan metabolisme tanpa oksigen yang disebut metabolisme Anaerob. Metabolisme ini akan menghasilkan produk sisa berupa asam laktat yang sangat asam dan darah akan menjadi asam atau terjadi pergeseran PH ( Asidosis). Jika fungsi ginjal masih baik, hal ini akan segera dapat dikompensasi, namun jika fungsi ginjal buruk akan berakibat tidak baik bagi perokok tersebut.
Nikotin yang masuk kedalam darah juga akan memberikan efek negatif lainnya, Nikotin bersama-sama dengan karbonmonoksida akan bersifat merusak sel-sel apa saja yang dilaluinya. Dalam hal ini yang sering terjadi adalah kerusakan sel-sel dinding pembuluh darah atau endotel. Endotel yang rusak ini akan mengundang suatu mekanisme lokal jaringan didalam tubuh dimana ion kalsium dalam darah akan tertarik mendekat dan menempel pada endotel yang rusak tersebut.Jika kalsium menempel pada jaringan tubuh yang sakit maupun rusak hal ini akan menimbulkan efek kalsifikasi atau pengerasan jaringan tersebut. Jika pembuluh darah mengalami kalsifikasi maka pembuluh darah tersebut akan mengeras dan tidak lentur lagi, pembuluh darah akan kehilangan elastisitasnya. Tahanan pembuluh darah akan naik dan hal ini akan menimbulkan penyakit Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi. Efek lain dari nikotin adalah merangsang bagian korteks ginjal untuk memproduksi hormon Eritropoetin. Secara anatomi ginjal terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Korteks ginjal disebelah luar dan bagian Medula ginjal disebelah dalam. Bagian korteks ginjal berfungsi memproduksi hormon eritropoetin. Hormon ini jika dilepas ke peredaran darah akan merangsang pembentukan sel darah merah (eritrosit). Akibat efek nikotin dalam darah, hormon ini akan diproduksi berlebihan sehingga kadarnya dalam darah akan meningkat. Sebagai kelanjutannya akan diproduksi eritrosit secara berlebihan pula. Jumlah eritrosit dalam darah akan meningkat ( polisitemia) dan kekentalan darah (viskositas) akan meningkat juga. Hal ini menyebabkan aliran darah akan berjalan lebih lambat dari biasanya. Sehingga pada percabangan pembuluh darah arteri yang agak kecil dapat terbentuk sumbatan diakibatkan kekentalan darah yang meningkat tersebut dan aliran yang melambat. Jika sumbatan ini terbentuk pada pembuluh darah di otak dapat menyebabkan penyakit stroke dan jika sumbatan tersebut terdapat pada pembuluh darah di jantung dapat menyebabkan penyakit jantung koroner atau masyarakat awam sering membahasakannya dengan terkena serangan jantung.
Komponen berbahaya terakhir adalah Tar. Tar ini telah lama diketahui sebagai salah satu penyebab kanker ( karsinogenik). Keberadaan Tar ini dimanapun pada tubuh berpotensi untuk memicu perubahan sel-sel tubuh tersebut menjadi ganas. Namun hal ini tidak selalu terjadi disebabkan adanya beberapa faktor lain yang terkait baik genetik maupun keberadaan radikal bebas. Asap rokokpun akan berpengaruh buruk bagi lingkungan sekitar perokok tersebut, karena siapapun orang disekitar perokok tersebut yang terhirup asap rokok dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan iritasi saluran nafas dan dapat juga berakhir sebagai asma intrinsik dan bronkhitis dengan mekanisme yang sama seperti yang telah dijelaskan diatas. Jadi memilih untuk tidak meroko adalah pilihan terbaik. Bgi yang telah terlanjur merokok berusalah dengan keras agar dapat menghentikan kebiasaan buruk tersebut, karena dengan berhenti merokok kita bukan hanya menolong diri kita sendiri tapi juga menyelamatkan orang-orang disekeliling kita dari terkena dampaknya. Dan bisa jadi orang-orang tersebut adalah keluarga kita sendiri. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. wassalam.
APA ITU PENYAKIT JANTUNG APA PENYEBABNYA DAN BAGAIMANA GEJALANYA? by Nadia Landy
Tuan Solichin yang sedang mengikuti meeting, tiba-tiba merasa dadanya berat dan nafasnya sesak. teman-temannya langsung menolong dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Oleh dokter yang merawat dikatakan terkena serangan jantung dan didiagnosa menderita Unstable Angina. Apa itu unstable angina dan bagaimana itu bisa terjadi.? Jantung manusia adalah sebuah organ yang rumit, terletak pada rongga dada dengan posisi lebih kesebelah kiri dari garis tengah dada, sehingga sepertiga bagian jantung ada disebelah kanan dan duapertiganya ada disebelah kiri. Jantung merupakan organ supervital setelah otak. Fungsi jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh melalui aliran darah yang berjalan dalam pembuluh darah arteri. Cabang dari pembuluh darah arteri ini sebagian akan kembali kejantung yang disebut arteri koronaria. arteri koronaria ini akan membawa darah ke sel-sel otot jantung yang berisi nutrisi makanan dan oksigen untuk mensuplai sel-sel otot jantung. Nutrisi makanan dan oksigen lainnya dibawa keseluruh tubuh melalui aliran darah yang berjalan didalam pembuluh darah arteri yang berjalan keseluruh tubuh. agar aliran darah yang membawa nutrisi serta oksigen ini dapat mencapai sel-sel organ baik yang dekat maupun yang jauh, diperlukan suatu dorongan atau tekanan, ibarat dorongan gelombang laut yang mengarah kepantai. gelombang laut mencapai pantai didorong oleh angin sedang darah oleh kekuatan pompa jantung. Sel-sel tubuh didalam menjalankan fungsinya membutuhkan nutrisi dan oksigen. nutrisi ini akan digunakan untuk membentuk energi sebagai bahan bakar sel. untuk dapat menjalankan fungsinya sel memerlukan energi, dan energi ini dibentuk didalam sel dengan menggunakan glukosa dalam darah. Dan agar proses ini dapat berjalan dengan baik diperlukan juga oksigen. Baik glukosa (nutrisi) maupun oksigen dibawa melalui aliran darah. Jika nutrisi dan oksigen tidak dapat mencapai sel, pembakaran tidak ada yang berarti aktivitas sel berhenti. Sel akan rusak dan mati. sehingga kelancaran aliran darah ini keseluruh tubuh harus terus menerus terpelihara agar aktivitas sel diseluruh tubuh dapat berlangsung normal. Organ yang bertanggung-jawab didalam pasokan suplai darah ini adalah jantung. Agar suplai ini dapat terpenuhi dengan baik diperlukan jantung yang sehat dan kuat didalam memompa dan juga pembuluh darah yang baik. Baik dalam artian disini ialah pembuluh darah itu elastis atau tidak kaku dan lubang saluran pembuluh darahnya bersih atau tidak ada sumbatan baik oleh lemak kolesterol maupun oleh bekuan darah. Jika oleh suatu penyakit kekuatan otot jantung melemah, ini akan berdampak kepada jantung akan sulit memompa darah keseluruh tubuh secara normal karena untuk dapat menjalankan fungsi pompanya jantung memerlukan otot-otot jantung yang kuat. Dan ini akan berdampak kepada kegagalan sirkulasi. Penyakit seperti ini disebut dengan gagal jantung. Keadaan lain yang berbeda yaitu fungsi pompa jantung bagus dan kuat tetapi aliran darah tidak lancar oleh karena ada sumbatan pada pembuluh darah yang disebabkan timbunan lemak kolesterol dan bekuan darah yang mana hal ini akan menyebabkan pasokan darah ke jaringan, organ dan sel-sel organ berkurang secara signifikan. Hal ini akan menyebabkan sel-sel kekurangan nutrisi dan terutama oksigen. Karena sebagaimana telah dijelaskan diatas sel akan mengalami kekurangan oksigen dan menimbulkan warna kebiruan yang disebut hipoksia. Pada contoh penyakit diatas yang diderita tuan Solichin, dada terasa berat dan nafasnya sesak terjadi karena aliran darah yang memasok nutrisi dan oksigen ke sel-sel otot jantung terhambat. Hal ini disebabkan adanya sumbatan atau penyempitan di pembuluh darah arteri yang membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel otot jantung. Ini sering disebabkan oleh sumbatan bekuan darah atau penyempitan pembuluh darah sebagai akibat penumpukan lemak kolesterol. Pada waktu tubuh manusia beraktivitas, jantung harus bekerja lebih berat dengan menngkatkan pompa jantung untuk memenuhi suplai darah ke sel-sel organ yang sedang menjalankan aktivitas tersebut. Jika pembuluh darah arteri yang mensuplai sel-sel otot jantung terganggu oleh sebab diatas, maka sel-sel otot jantung akan terganggu juga yang berakibat pompa jantung terganggu, sehingga pada contoh kejadian tersebut aktivitas fisik tuan Solichin tidak dapat diimbangi oleh pompa jantung yang baik sebagai akibat suplai darah ke otot jantung terganggu. Hal ini akan menimbulkan rasa berat di dada dan sesak nafas.
rsud sukamara.
GERD
- Tekanan didalam abdomen lebih tinggi dari tekanan didalam thorak.
- Terjadi kelumpuhan klep peda bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai klep pembuka dan penutup dari muskulus sfingter esofagus.
- Asap Rokok.
- Cabe
- Obat2 pengencer darah (Aspirin dll)
- Obat2 antiinlamasi baik jenis kortIkosteroid maupun NSAID dll.
- Zat yang mengandung Alkohol dsb.
- Hormon Adrenalin akan menimbulkan perasaan cemas yang tidak diketahui apa sebabnya,dan mekanismenya belum dipahami.
- Hormon Adrenalin akan menimbulkan debaran jantung melalui rangsangan pada reseptor Beta 1 di jantung. Jika hal ini berlangsung cukup lama pasien akan terlihat pucat akibat vasokontriksi pada perifer yang mengakibatkan suplai darah berkurang.
- Hormon Adrenalin akan merangsang kelenjar keringat, sehingga pasien akan keringat dingin.
- Hormon Adrenalin akan menimbulkan reflek defekasi.
- POMPA PROTON INHIBITOR (PPI). Dapat diberikan karena obat ini memblokir pengeluaran asam lambung/HCL. Pada Lambung terdapat pompa proton yang berfungsi memompa keluar HCL yang telah diproduksi. Pompa ini mirip dengan pompa Natrium Kalium pada sel-sel tubuh lainnya. Hanya saja pompa ini bukan meregulasi pertukaran Natrium dan Kalium melainkan pertukaran Kalium dan Ion Hidrogen (H-K Exchange ATP ase)
- DOMPERIDON (Anti Emesis) merupakan obat kedua yang dikombinasi dengan PPI. Di awal dikatakan salah satu penyebab GERD adalah meningkatnya tekanan intra abdominal melebihi tekanan intra thorak.Hal ini sering diakibatkan akumulasi gas yang dibentuk oleh bakteri komensal pada saluran cerna (Kolon). Hal ini akan menyebabkan tekanan intra abdomen meningkat. Ini sering terjadi pada beberapa penyakit infeksi di usus yang menyebabkan peristaltik usus melemah,sehingga bakteri komensal seperti E Coli akan berkemban-biak dengan cepat. Kita tahu bahwa bakteri tersebut dapat membentuk gas pembusukan,sehingga produksi gas akan meningkat. Seperti hukum fisika gas`akan mengisi tempat2 yang tinggi/bergerak kearah atas. Hal ini akan menyebabkan penekanan kearah atas. Sebelumnya diuraikan bahea peristaltik normal lambung adalah kearah bawah. Namun penekan akumulasi gas ini akan menyebabkan peristaltik usus berubah menjadi kearah atas (Anti Peristaltik). Hal ini juga akan membawa asam lambung yang berdiam dalam lambung akan refluks kembali ke Esofagus,sehingga Esofagus mengalami iritasi. Dan satu2nya obat yang dapat membalikkan keadaan anti peristaltik kembali menjadi peristaltik adalah Domperidon (Anti muntah yang bekerja di lambung).
- ANTI ASAM/ANTASIDA. Obat gabungan alumunium dan Magnesium Hidroksida ini dapat menetralkan PH HCL sehingga di harapkan jika derajat keasamannya diturunkan maka daya dektruktifnya pun berkurang.Ada yang mengatakan bahwa pemberian PPI saja sudah cukup dan tidak perlu dikombinasi dengan antiasam .Permasalahannya PPI hanya menyetop pompa proton berhanti memproduksi asam lambung, lalu bagaimana dengan asam lambung yang sudah terlanjur dibentuk? Asam lambung yang telah terbentuk ini pun dapat bersifat destruktif, sehingga perlu diturunkan derajat keasamannya,o leh sebab itu Antasida masih diperlukan dalam hal ini.Pemberian Antasida lebih baik dalam bentuk suspensi/Sirup.
- H2 Blocker adalah obat yang bekerja dengan cara mencegah histamin merangsang sel-sel Parietal memproduksi asam lambung H=Histamin. Waktu kita menelan makanan sejumlah Histamin akan masuk bersama dengan protein dalam makanan.Histamin ini akan merangsang sel Parietal lambung memproduksi HCL sehingga jumlahnya meningkat.H2 Blocker bekerja dengan cara memutus Histamin berikatan dengan reseptor pada sel Parietal lambung.
KASUS HIPERTENSI DAN PENATALAKSANAANNYA
Ny Subandi 46 tahun datang dengan keluhan kepala pusing sejak satu minggu yang lalu,dia juga mengaku sakit pinggang sebelumnya,dan jika buang air kecil terasa panas. Dari hasil pemeriksaan fisik didapat tekanan darah 150/90mmhg,nadi 95x/menit,pernafasan vesikuler 20x/menit.sekarang pasien datang berobat ke anda,sebagai seorang dokter apa yang anda lakukan?
Ny Zubaidah 30 tahun datang dengan keluhan jantung berdebar terus menerus sejak tadi malam,sebelumnya pasien mengatakan sering berdebar seperti itu tetapi hilang dengan sendirinya(hilang timbul). Sehingga pasien merasa tidak perlu sampai berobat ke dokter,hanya debaran kali ini tidak kunjung hilang sejak beberapa jam yang lalu.Dari hasil pemeriksaan fisik didapat badan kurus,sering berkeringat walaupun di tempat sejuk,bola mata menonjol (exopthalmus),telapak tangan basah berkeringat dan tangan tremor. Didapat pula hasil pemeriksaan tekanan darah 200/140mmhg,nadi 150x/menit,pernafasan cepat dan dangkal.sekarang pasien datang berobat kepada anda,sebagai dokter pemeriksa apa yang anda lakukan,apa diagnosis banding penyakit tersebut dan pemeriksaan laboratorium apa yang anda anjurkan?
Tn Sarkoni 50 thn datang dengan keluhan jantung berdebar,kepala pusing dan badan berkeringat.pasien juga mengeluh dadanya sakit dan ada perasan cemas sehingga timbul reflek defekasi berupa keinginan untuk buang air besar.gejala ini sudah dirasa sejak 1 tahun yang lalu, cuma beberapa hari ini dirasa semakin parah ditambah ada rasa nyeri pada daerah pinggang. Dari hasil pemeriksaan fisik didapat tekanan darah 210/160mmhg,nadi 160x/menit dan pernafasan cepat dan dangkal.pada pemeriksaan fisik thorak didapat bunyi nafas dasar vesikuler dan cepat,ronkhi dan wheezing tidak ada,bunyi jantung gallop, murmur dan metalic sound positif. Pada pemeriksaaan fisik abdomen teraba benjolan pada daerah retroperitoneal.sekarang pasien datang berobat ke anda,sebagai seorang dokter apa yang anda lakukan,apa diagnosis banding penyakit diatas,pemeriksaan laboratorium apa yang anda anjurkan dan rencana tindak lanjut apa yang anda sarankan setelah anda berhasil mendiagnosis penyakit tersebut?
Ny Latifah 56 thn datang dengan keluhan kepala pusing dan tengkuk terasa sakit. Dari hasil pemeriksaan fisik didapat tekanan darah 170/100 mmHg, pasien mengaku sejak 6 bulan yang lalu telah sering berobat ke dokter dan didiagnosis menderita hipertensi, pasien juga mengatakan selalu diberi dokter obat nifedipin namun tidak kunjung ada perubahan, dalam 2 bulan terakhir ini dokter memberi tambahan obat furosemid namun tetap tidak ada perbaikan dalam pemeriksaan tensi.pasien pernah berobat ke seorang spesialis penyakit dalam dan dilakukan pemeriksaan rekam jantung (ECG). Dari hasil rekam jantung didapat pemanjangan segmen/interval QT. Sekarang pasien datang berobat kepada anda. Sebagai dokter apa yang anda lakukan dan pemeriksaan laboratorium apa yang anda anjurkan. Setelah anda berhasi menentukan penyebab hipertensi ibu tersebut obat hipertensi apa yang anda pilih?
Dari contoh kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengobatan hipertensi memang sepintas terliat mudah,pasien datang dengan hipertensi langsung beri captopril atau nifedipin selesai urusan,yang menjadi masalah apakah obat yang kita berikan sudah sesuai mengingat hipertensi dapat menjadi sebab ataupun akibat dari suatu penyakit. Jika pengobatan yang kita berikan tidak sesuai sering penyakit tersebut tidak mengalami perubahan atau bahkan dapat meningkat ke level yang lebih berat. Obat hipertensi yang beredar dipasaran sangat banyak dan beragam golongannya,sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mengkombinasi beberapa macam obat didalam penanganan suatu kasus yang berat. Hal ini menimbulkan permasalahan baru jika kita tidak memahami efek dan cara kerja obat tersebut didalam tubuh. Pemahaman yang sederhana dirasa sudah cukup untuk dapat memberikan terapi yang memadai untuk pengobatan pasien diatas.Berikut ini akan diurai berbagai penyebab hipertensi.
Menurut literatur yang terbaru pasien dikatakan menderita hipertensi jika memiliki tekanan sistolik diatas 130mmhg. Tekanan sistolik adalah tekanan yang berhubungan dengan curah jantung/cardiac output.
Adapun berbagai penyebab yang dapat menyebabkan hipertensi adalah:
1. ASUPAN GARAM TERLALU BANYAK,hal ini sering terjadi pada daerah tertentu dimana ciri khas. Masakan daerah tersebut asin/menggunakan terlalu banyak garam. Hal ini menyebabkan prevalensi dan kekerapan hipertensi tidak sama pada beberapa suku di indonesia. Contoh orang sumatera menyukai makanan asin sementara orang jawa tidak.Garam atau Natrium jika terlalu banyak memasuki tubuh akan menimbulkan masalah.Natrium yang terlalu tinggi kadarnya dalam darah dapat memasuki sel endotel pembuluh darah arteri. Yang menjadi masalah natrium dapat menarik ion Chlorida (CL)dengan kekuatan listrik sehingga terbentuk senyawa NaCl. Senyawa yang baru terbentu ini dapat menarik air dengan kekuatan osmotik,sehingga air akan ikut memasuki sel endotel dan sel akan membengkak yang mengakibatkan tekanan darah akan naik dan terjadilah hipertensi yang diakibatkan asupan garam yang berlebihan.
2. BERBAGAI PENYAKIT GINJAL dapat menyebabkan hipertensi melalui mekanisme RAAS (Renin-Angiostensin-Aldosteron-Sistim).Semua ginjal yang sakit oleh berbagai penyebab baik batu, infeksi, tumor, iskemi, dsb akan memproduksi dan mengeluarkan suatu zat yang disebut Renin. Di dalam darah terdapat suatu protein yang disebut angiostensinogen yang diproduksi oleh hati. Angiostensinogen ini adalah suatu bentuk protein yang inaktif dan tidak menimbulkan efek negatif terhadap tubuh. Namun jika terdapat Renin akan timbul masalah dimana Renin akan mengubah Angiostensinogen menjadi Angiostensin I (AT I).Angiostensin I adalah bentuk yang aktif,jika Angiostensin I terbentuk akan mengundang mekanisme selanjutnya.D
Dalam keadaan normal didalam darah juga terdapat suatu protein lain yang dihasilkan ginjal yang disebut ACE (Angiostensin Converting Enzim/Enzim pengubah Angiostensin). ACE tidak bekerja pada bentuk Angiostensinogen,namun ACE akan bekerja pada bentuk yang aktif yaitu Angiostensin I,ACE akan mengubah Angiostensin I menjadi Angiostensin II (AT II).Angiostensin II ini merupakan vasokonstriktor kuat dan keberadannya akan membuat pembuluh arteri dalam tubuh vasokostriksi sehingga tekanan darah akan naik.Hal ini disebabkan didalam tubuh yaitu pada pembuluh-pembuluh arteri terdapat Reseptor Alpha. Jika reseptor alpha dirangsang akan terjadi vasokonstriksi arteri dan menyebabkan lumen arteri menyempit sehingga tekanan pada arteri tersebut akan meningkat. Jika hal ini terjadi pada arteri di ginjal akan menyebabkan ginjal kekurangan suplai darah dan terjadi iskhemi ginjal. Keadaan suplai darah yang berkurang ini akan akan direspon salah oleh ginjal dan dianggap sebagai hiposirkulasi oleh adanya dehidrasi atau syok.Dalam keadaan tubuh mengalami dehidrasi atau syok kelenjar Adrenal akan mengeluarkan hormon Aldosteron/Mineralokortikoid. Hormon ini akan bekerja pada tubulus distal ginjal dengan cara mereabsorsi semua natrium dan dikembalikan kedalam aliran darah. Sehingga tidak ada natrium yang dibuang melalui urin karena semuanya akan kembali diserap tubuh. Diatas telah diterangkan bahwa natrium akan menarik ion Chlorida dengan kekuatan listrik dan gabungan senyawa NaCl ini akan menarik air dengan kekuatan osmotik yang berarti hampir semua air pada tubulus distal ginjal akan diserap kembali oleh tubuh, pasien akan oliguria tetapi disisi lain volume darah akan bertambah,dan ini akan memperberat keadaan hipertensi dimana natrium yang berlebihan akan memasuki sel sehingga sel akan membengkak yang diikuti penyempitan lumen pembuluh darah sedang volume cairan yang bertambah akan menambah beban jantung.
Sekilas tentang kelenjar Adrenal; Disebut juga kelenjar anak ginjal karena ukurannya lebih kecil dari ginjal, atau kelenjar Suprarenal kerena terletak diatas ginjal.Kelenjar Adrenal terdiri dari bagian korteks disebelah luar dan bagian medula disebelah dalam. Bagian korteks menghasilkan kortikosteroid sedang bagian medula menghasilkan adrenalin. Hormon Kortikosteroid terdiri dari Mineralokortikoid dan Glukokortikoid.Mineralokortikoid dikenal dengan nama Aldosteron yang berfungsi untuk mengatur pertukaran mineral pada tubulus distal ginjal.
3. TUMOR PADA KELENJAR MEDULA ADRENAL (Feokromositoma) dapat menyebabkan Hipertensi dengan palpitasi.Hal ini disebabkan Tumor ini memicu kelenjar Adrenal memproduksi Hormon Adrenalin secara berlebihan sehingga kadar Adrenalin dalam darah meninggi. Pada tubuh terdapat dua Reseptor Beta,Reseptor Beta 1 pada jantung dan Reseptor Beta 2 pada paru-paru. Jika reseptor beta 1 dirangsang maka akan terjadi takikardi dimana heart rate akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan tekanan darah meningkat disertai debaran jantung/palpitasi. Jika Hormon Adrenalin meningkat maka akan reseptor beta 1 akan dirangsang dan timbulah efek diatas.
4. HIPERTROFI TIROID DENGAN HIPERTIROID adalah perbesaran kelenjar tiroid di leher disertai gejala hipertiroid. Pada pasien dengan Hipertiroid kadar hormon T3 DAN T4 dalam darah akan meningkat. Hormon T4 dibuat oleh kelenjar tiroid di leher,dan untuk membuat hormon ini dibutuhkan sejumlah yodium sebagai bahan bakunya. Di dalam hati hormon T4 akan mengkonversi dirinya dengan cara melepaskan satu atom yodiumnya dan berubah bentuk menjadi hormon T3. Hormon T4 adalah bentuk yang inaktif sedang hormon T3 adalah bentuk yang aktif. Hormon T3 berfungsi untuk memacu metabolisme. Hormon T3 juga memiliki efek memacu debaran jantung,sehingga akan timbul hipertensi berat disertai takikardi.pada pasien ini tekanan darah akan mencapai lebih dari 200mmhg dan akan terasa nyeri pada dada seperti gejala Angina Pektoris. Jika keadaan ini tidak segera diatasi maka pasien akan meninggal dengan gagal jantung.
5. CALSIUM/ZAT KAPUR adalah suatu mineral yang bersifat mudah mengendap. Jika kalsium mengendap mineral ini akan mengeraskan jaringan. Dari hal ini kita dapat memahami bahwa berbagai proses kerusakan endotel arteri dengan berbagai sebab baik oleh karbonmonoksida yang berasal dari rokok,kadar lemak LDL yang tinggi dalam darah maupun kerusakan endotel itu oleh sebab lain pada akhirnya akan mengundang pengendapan kalsium pada lesi. Hal ini akan mengakibatkan arteri kehilangan elastisitasnya dan mengeras yang lazim dikenal dengan sebutan Aterosklerosis. Pengerasan arteri ini menyebabkan arteri tidak dapat mengikuti irama curah jantung dan timbulah Hipertensi.Kelebihan Calsium dalam tubuh dapat dideteksi dengan alat rekam kelistrikan jantung (ECG) dimana pada rekaman tersebut terjadi pemanjangan dan pemendekan segmen/interval QT.
6. STRESS dapat memicu terjadinya Hipertensi. Pada orang yang memiliki banyak persoalan dalam hidupnya akan memicu peningkatan homon kortikosteroid dan adrenalin. Kedua hormon ini dikenal sebagai hormon stress. Di atas telah dijelaskan bagaimana mekanisme bagaimana kedua hormon ini dapat memicu terjadinya hipertensi.
Telah dijelaskan bahwa adrenalin dapat memicu terjadinya hipertensi oleh berbagai sebab, namun ada yang perlu diketahui tentang efek adrenalin:
- Dapat memacu debaran jantung.
-Dapat merangsang kelenjar keringat,sehingga pasien dapat berkeringat meskipun udara dingin.
- Dapat merangsang reflek defekasi.Sehingga dapat timbul keinginan untuk buang air besar.
BERBAGAI MACAM OBAT ANTI HIPERTENSI:
ACE INHIBITOR : Captopril,Lisinopril,Perindopril,Imidapril,Enalapril,Ramipril dll. Bekerja dengan cara menghambat protein ACE mengubah Angiostensin I menjadi Angiostensin II.
AIIRA Angiostensin II Reseptor Antagonis: Losartan,Irbesartan,Kandesartan,Valsartan dll. Bekerja dengan cara menghambat Angiostensin II berikatan dengan Reseptor Alpha.
CALSIUM ANTAGONIS: Nifedipin. Bekerja dengan cara mencegah ion calsium berikatan dengan arteri.
ALPHA BLOCKER: Doksazosin,Bunasozin,Tetrasozin. Bekerja dengan cara mengurangi sensitifitas reseptor alpha dan mencegah adrenalin dll berikatan dengan reseptor alpha.
BETABLOCKER: Propanolol,Bisoprolol,Atenolol,Carvedilol,Metoprolol. Bekerja dengan cara mencegah reseptor Beta 1 dirangsang oleh adrenalin,noradrenalin dan hormon lain yang dapat memicunya. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi rangsang pada saraf simpatis. Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien asma,tuberkulosa,bronkitis dan berbagai penyakit paru lainnya, karena disamping obat ini bekerja pada reseptor beta 1 di jantung, obat ini bekerja juga pada reseptor beta 2 di bronkus paru.Hati-hati pula pemberian obat golongan ini terhadap pasien gagal jantung dengan perlambatan denyut jantung (irama idioventrikel).
CALSIUM CHANNEL BLOCKER.: Amlodipin,Nimodipin,Diltiazem,Verapamil Lekarnidipin,Felodipin. Obat ini bekerja dengan cara menutup saluran kalsium pada sel.
Obat Hipertensi golongan lain: Klonidin. Bekerja dengan cara blok total pada medula spinalis. Obat ini sering digunakan pada hipertensi berat yang kronis.
OBAT-OBAT DIURETIKA. Obat obat diuretika sering digunakan secara kombinasi dengan obat-obat anti hipertensi karena dapat memberikan efek yang sinergis. Contoh obat2 golongan ini adalah: FUROSEMID adalah diuretika yang bersifat membuang kalium dalam darah, dapat menyebabkan hipokalemia sehingga sering diberikan bersamaan dengan pemberian preparat kalium.
HIDROKLOROTIAZID diuretika yang bekerja dengan membuang natrium,sangat baik digunakan pada pasien yang mengkonsumsi banyak garam pada makanannya.
RESERPIN sama dengan HCT bekerja dengan cara membuang kelebihan natrium pada tubuh.
DIHIDRALAZIN bekerja dengan membuang kelebihan natrium.
SPIRONOLAKTON adalah diuretika yang menahan kalium dalam tubuh,sangat baik digunakan pada pasien hipertensi yang disebabkan Calsium karena kalium bersifat antagonis kompetitif dengan kalium.
Dari contoh kasus,patofisiologi dan jenis serta efek obat diatas diharap para teman sejawat tidak lagi hanya berpatokan pada satu macam pengobatan saja dan dapat memberikan obat2 yang sesuai baik jenis maupun dosis tanpa mengabaikan latar belakang dari penyebab hipertensi itu sendiri.
ACE INHIBITOR lebih cocok digunakan pada HIPERTENSI akibat kelainan-kelainan ginjal.
SISTOLIK memiliki 3 makna:
- Bunyi yang ditimbulkan akibat PENUTUPAN KATUP MITRAL DAN TRIKUSPID di Jantung.
- Tekanan yang diakibatkan daya dorong Jantung sewaktu memompa (Kontraksi/Satu kali denyutan Ventrikel Kiri).
- Waktu pengisian atrium.
JANTUNG adalah suatu organ yang berfungsi mendorong darah keseluruh tubuh. Kontraksi jantung berasal dari suatu Nodus yang disebut PACEMAKER atau sering disebut juga SA NODE. Pacemaker ini terletak pada ATRIUM KANAN dekat muara Vena Cava Superior yang Masuk ke Jantung. Pacemaker ini akan menghasilkan impuls untuk kontraksi otot jantung. Dalam satu menit PM akan menghasilkan 100-140 impuls/menit yang akan dilanjutkan sebagai denyut atau kontraksi atrium.
Hal ini dapat kita buktikan dengan meraba pada nadi,dimana akan didapatkan jumlah normal antara 60-100x/mnt. Impuls dari AV NODE dapat diteruskan menjadi kontraksi ventrikel berkat adanya penghantar berupa BERKAS HIS (baik cabang kanan maupun kiri) dan SERAT PURKINYE (PURKINJE FIBER).
- ATRIUM KANAN (RIGHT ATRIUM)
- ATRIUM KIRI (LEFT ATRIUM)
- VENTRIKEL KANAN (RIGHT VENTRIKEL)
- VENTRIKEL KIRI (LEFT VENTRIKEL)
- KATUP TRIKUSPIDAL (diantara Atrium Kanan dan Ventrikel Kanan)
- KATUP MITRAL (diantara Atrium Kiri dan Ventrikel Kiri)
- KATUP PULMONAL (pada pintu keluar Ventrikel Kanan)
- KATUP AORTA (pada pintu keluar Ventrikel Kiri)
- Bunyi yang ditimbulkan sebagai akibat PENUTUPAN KATUP AORTA dan PULMONAL.
- Merambatnya sebagian energi yang dihasilkan kontraksi ventrikel melalui nadi.
- Waktu pengisian ventrikel bersamaan dengan pengosongan atrium.
Hal ini terjadi pada TUBULUS DISTAL Ginjal. Ginjal pada tubuh berfungsi membentuk urin melalui cairan darah yang masuk keginjal setelah melalui Filtrasi Glomerulus.
- GLOMERULUS: Bagian yang berfungsi sebagai filter ginjal.
- TUBULUS PROKSIMAL: Bagian yang berfungsi untuk mereabsorsi ion2 dan bahan2 yang masih diperlukan tubuh untuk dikembalikan kedalam aliran darah.
- ANSA HENLE: Bagian yang berfungsi dalam pemekatan urin. Ansa Henle terbagi 2 bagian yaitu pars Assendens dan pars Dessendens.
- TUBULUS DISTAL: Bagian yang berfungsi mensekresi bahan2 atau elektrolit tubuh yang berlebihan atau tidak lagi diperlukan oleh tubuh.
Ion ini dapat menaikkan tekanan darah. Hal itu disebabkan Natrium dapat menarik air.
Jika terdapat Natrium dalam darah,maka ion ini akan menarik ion CHLORIDA dengan Kekuatan Listrik sehingga terbentuk senyawa NACL. Na + Cl = NaCl.
Setelah terbentuk senyawa NaCl, maka senyawa iniakan menarik air dengan Kekuatan Osmotik.
Dari penjelasan diatas dapat dipahami bagaimana peningkatan kadar Natrium darah dapat menyebabkan Hipertensi. Hal lain yang mempersulit keadaan,jika kadar Natrium meninggi dalam darah maka natrium tersebut yang normalnya tidak dapat memasuki sel karena adanya POMPA NATRIUM KALIUM menjadi dapat memasuki sel. Natrium akan memasuki sel bersama-sama dengan sejumlah ir yang menyebabkan sel membengkak. Dapat kita bayangkan jika hal ini terjadi pada sel2 endotel dari arteri pembuluh darah. Hal itu dapat menyebabkan lumen arteri semakin menyempit dan keadaan Hipertensi bertambah parah.
Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bagaimana pentingnya peranan ginjak dalam mengatur tekanan darah.
Pada hampir semua penyakit ginjal akan terjadi peningktan kadar RENIN dalam darah. Renin adalah suatu zat yang dihasilkan oleh ginjal yang sakit. Apa yang terjadi jika kadar Renin meninggi dalam darah??? Normal di dalam darah terdapat suatu protein yang dihasilkan hati yang disebut ANGIOSTENSINOGEN. Jika tidak ada Renin Angiostensinogen tidak akan berubah bentuk,namun jika terdapat Renin dalam darah Angiostensinogen akan diubah bentuknya menjadi angiostensin I.
ANGIOSTENSIN CONVERTING ENZIM (ACE) adalah suatu protein lain yang normal,yang terdapat didalam darah. Protein ini dibentuk di paru.ACE tidak bekerja pada Angiostensinogen. Namun tidak demikian halnya jika sudah terbentuk Angiostensin I (AT I). ACE akan merubah Angiostensin I menjadi Angiostensin II (AT II).Angiostensin II yang telah terbentuk ini akan memiliki efek terhadap tubuh.
- Menyebabkan Vasokonstrisi Arteri termasuk arteri-arteri yang memperdarahi ginjal.
- Merangsang pelepasan ALDOSTERON/MINERALOKORTIKOID HORMON.
Aldosteron yang dilepaskan ini akan meningkatkan reabsoasi Natrium secara besar-besarn pada Tubulus Distal Ginjal. Oleh adanya mekanisme ini maka dapat dijelaskan mengapa keadaan hipertensi bertambah parah,dan dapat juga dijelaskan mengapa pada penyakit-penyakit ginjal terjadi peningkatan tekanan darah.
CAPTOPRIL adalah obat antihipertensi dari golongan ACE Inhibitor. Tablet dengan sediaan 12,5mg dan 25mg ini bekerja dengan cara menghambat Angiostensin Converting Enzim merubah AT I menjadi AT II.
Sehingga lebih baik menggunakan preparat ini pada pengobatan hipertensi yang dikibatkan penyakit-penyakit ginjal,dibandingkan pengobatan dengan menggunakan CALSIUM ANTAGONIS maupun CALSIUM CHANNEL BLOCKER.
Calsium adalah ion yang bersifat kompetitif dengan Kalium. Calsium bersifat sangat mudah mengendap pada suatu jaringan didalam tubuh, dan jika dia mengendap pada jaringan maka dia akan mengeraskan jaringan tersebut.Sehingga dapat kita bayangkan bagaimana jika dia mengendap pada arteri dan mengeraskannya,akan terbentuk suatu keadaan yang disebut ATEROSKLEROSIS.
Jika kita yakin penyebab Hipertensi adalah Calsium,maka dapatlah dipilih obat-obatan dari golongan Calsium Antagonis contohnya Nifedipin. Obat ini tersedia dalam sediaan 5mg dan 10mg.
Mengingat keadaan diatas maka pada semua pasien-pasien HIPERTENSI, wajiblah kita memeriksa apakah Hipertensi disebabkan oleh kelainan ginjal atau bukan.